Kedua preman itu saling tatap mendengar ucapan wanita yang entah dari mana datangnya tapi tiba-tiba saja menerobos masuk. Tapi mereka tak peduli siapa, atau bagaimana perempuan itu ada di sini, yang menjadi fokus mereka langsung adalah 300 juta yang bisa mereka dapatkan “sekarang juga”. “Beneran, Neng?” tanya si preman berambut gondrong pada Nilam. Pisau lipat di tangannya berkilauan tertimpa cahaya kuning dari lampu. Nilam berusaha tak tampak gentar. Dia membalas dengan tatapan garang. “Benar. Asal kalian melepaskan suamiku dan tak pernah mengganggunya lagi.” Si preman yang menggunakan kaus ketat dan berkalung emas, menggosok-gosokkan kedua tangannya dalam raut tergoda. Seakan-akan dia bisa meneteskan air liurnya kapan saja. “Sekarang juga? Beneran, Neng? Mana uangnya? Neng bawa kope

