Pelan tapi pasti Delon melangkah sembari memegang sebuket bunga mawar merah segar di tangannya. Menyusuri puluhan gundukan tanah yang berjajar rapi. Tak sedikit diatasnya ditumbuhi rerumputan hijau yang tumbuh subur di sana. Sebagai pertanda jika para keluarga mereka sudah tak peduli lagi. Sudah menganggap mereka hanyalah sebuah kenangan. Melupakan akan kehadiran mereka yang tentu saja sangat berjasa atas kehidupan masa kini. Semakin dekat ke tempat tujuan, semakin kencang pula debaran jantung Delon bekerja. Padahal sudah tak terhitung lagi dirinya menjejakkan kaki di sana. Tapi debaran itu masihlah sama. Tak pernah berubah sedikit pun walaupun waktu terus menggerus kenangan yang tersisa. Wajah cantik itu tak pernah memudar dalam ingatannya. Pun dengan senyuman yang terus menjeratnya dal

