"Ini semua bukanlah sebuah lelucon Nick!" peringat Deanova menatap ke arah remaja berseragam putih abu-abu di seberang meja kerjanya. "Nick tahu Daddy," tanggap Nick mencoba menyakinkan laki-laki di hadapannya yang dengan jelas meragukan apa yang telah diucapkannya. "Kamu yakin bisa menerima Kak El sebagai calon mama kamu?" ucap Deanova sembari memijit kepalanya. Rasanya kepala Deanova ingin pecah karena memikirkan hubungan tak wajar antara Elora dan papa dari remaja yang sudah dianggapnya sebagai putra sendiri di hadapannya tersebut. Tampak d**a Nick membusung. Menghela napas panjang. Menahan sejenak di d**a kemudian membuang dengan kasar. Pertanda jika remaja itu tengah mencoba melapangkan d**a yang pastinya terasa sangat sesak untuk mengakui kisah asmara papanya sendiri. Kisah yan

