69. KEMURKAAN DEANOVA

2005 Kata

Deanova memijit kepalanya yang berdenyut nyeri. Tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya sekarang. Perbuatan Delon dan Elora sudah sangat keterlaluan. Dan waktu yang telah ia tentukan masih begitu lama. Jika dibiarkan maka semuanya tidak akan terkendali lagi. Menikahkan mereka berdua bukanlah pilihan yang tepat untuk saat ini. Elora masih terlalu dini untuk membina rumah tangga. Terlalu muda untuk mengerti apa itu arti cinta yang sesungguhnya. Memisahkan mereka pun bukan keputusan yang bijak. Mereka saling mencintai. Deanova beranjak dari tempatnya merenung sejak 2 jam yang lalu. Pemandangan indah kota Yogyakarta di pagi hari ini ternyata tak mampu menghipnotisnya. Kehangatan mentari yang biasa memeluk raganya kini tak berarti lagi. Semua ini hanya karena ulah sahabatnya sendiri. Sahaba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN