LIMA PULUH DUA (Author's Point Of View)

1281 Kata

"Kenapa, Zan?" Tanya Stefan kebingungan karena melihat Zanna menutup wajahnya. Stefan mengira bahwa Zanna menangis. Tapi Zanna pun membuka kembali wajahnya dan kembali makan dengan normal dengan menahan malunya. Anton, Gege, Dika, dan Rey melihat kejadian itu. Tapi mereka bersikap biasa saja dan berusaha terlihat tidak peduli bahwa berpura - pura tidak melihatnya. Padahal dalam hati, Anton, Gege, dan Dika ingin sekali tertawa. Dika menatap wajah Anton dan Gege secara bergantian lalu menunjuk Zanna dengan dagunya dengan cara yang paling halus agar tidak kentara. Anton dan Gege yang mengerti akan apa yang Dika maksud pun mengangguk. Anton dan Gege membenarkan apa yang Dika tanyakan. Lalu Dika pun melirik Rey dan kini ia menyadari ada plester yang tertempel di lukanya. Tidak lain dan tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN