The Last Weird || Bagian 28

2203 Kata
Bagian 28 || Siapa yang benar?||Mobil hammer  Logan sampai di rumah besar bertingkat itu, Logan dan Alice sudah turun duluan. Namun Xander tidak, lelaki itu masih menatap rumah itu. Rumah yang memang memiliki banyak rahasia yang tidak bisa ia ungkap kan dengan sebuah kebenaran. Siapakah yang harus ia percaya? Oliver yang dulunya adalah sosok sahabat untuk nya atau lelaki yang sudah merawat nya sejak dulu.  Kaca pintu mobil di sebelah nya di ketuk, Xander memalingkan wajah nya dan menatap Alice yang juga sedang menatap nya dari luar. Xander menarik nafas nya dalam, ia lalu keluar dari dalam mobil dan menatap kedua sahabat nya "Jika kau tidak ingin membicarakan nya pada kami, itu tidak apa Xander. Pasal nya, kau seperti memiliki beban berat setelah berbicara dengan mereka!" ujar Logan menepuk bahu Xander dan  lebih dulu memasuki rumah itu. Sengaja meninggalkan Alice dan Xander.  Alice masih berada di belakang Xander, tangan nya ter-ulur hendak menggapai pundak lelaki itu. Namun tertahan di udara, ia kembali menarik tangan nya dan hendak berbalik. Namun sebuah pelukan tiba-tiba dari belakang nya membuat Alice sedikit terkejut. Ia hendak melepaskan pelukan Xander, "Jangan Alice, sebentar saja. Aku mohon!" pinta  Xander mempererat pelukan nya pada Alice  Alice diam, tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Rasanya sedikit berbeda saat Xander memeluk nya. Cukup lama mereka saling berpelukan, hingga Logan yang menatap mereka dari balik kaca hanya menghela nafas nya dalam dan berbalik. Ia memilih memasuki kamar tidur nya dan berusaha untuk menjernihkan pikiran nya. Alice itu sudah ia anggap sebagai adik sejak dulu, namun mengapa rasanya ia tidak bisa merelakan gadis itu dimiliki oleh orang lain?  Namun saat Logan sudah tida lagi terlihat, sosok lelaki bertubuh jakung. Rambut cepak dan berpakaian putih itu menatap apa yang baru saja ia lewatkan. Dan seketika itu juga ia sadar bahwa sosok lelaki yang masih berada di bawah sana telah memasuki fase remaja nya. Ia menarik kedua sudut bibir nya dan ikut berlalu dari sana.  Sementara Xander, dia menarik nafas nya dalam. Menghirup aroma rambut Alice yang selalu berhasil membuat nya tenang. Dari dulu, aroma rambut Alice selalu sama dan Xander tidak pernah bosan menyukai aroma itu. Tangan Xander dengan perlahan mulai melonggar dan melepaskan Alice yang berada di dalam dekapan nya. Ia menatap Alice yang juga sedang menatap nya. "Apa yang sedang ada di dalam pikiran mu. Kau bisa membagi nya dengan kami Xander, kau tidak sendirian. Kau punya aku dan juga Logan. Kita sudah terjebak bersama dan harus mencari tahu apa yang sebenarnya hal yang kita lupakan itu. Aku tidak ingin kau, atau pun Logan merasa bahwa hanya kalian yang terjebak di keadaan ini. Tapi aku juga, kita bertiga dan yang akan mencari jalan keluar nya adalah kita juga!" ujar Alice menghapus air mata Xander yang tiba-tiba menetes.  Xander tidak bisa berkata apa-apa lagi, apa yang ia dapat sekarang. Apa yang keluar dari mulut gadis di depan nya, adalah satu-satu nya yang membuat hari-hari kelam Xander sedikit berwarna. "Terimakasih sudah selalu ada bersama kami Alice" seru Xander yang lagi-lagi membawa Alice ke dalam dekapan nya. Ia menarik nafas nya dalam dan tersenyum saat Alice membalas pelukan nya juga di sela air mata nya yang tidak malu untuk keluar.  *** Xander menatap ruangan yang sama, ruangan yang sudah beberapa kali ia datangi. Pintu terbuka dan "Xander? Kau di sini? Bagaimana dengan ritual itu? Apa itu berhasil?" seru mr.Erick yang memasuki ruangan nya. Ia memang sedikit terkejut mendapati bahwa ada orang yang berada di dalam ruangan nya, namun karena tau bahwa itu adalah Xander. Perasaannya tidak terlalu khawatir lagi.  Xander duduk "Tidak berhasil, mereka berkata bahwa Alice di lindungi oleh sebuah sihir yang kuat!"  Mr.Erick menatap Xander, "Sudah aku duga, ini benar-benar sedikit sulit! Lalu, apa yang mereka katakan?"  "Mereka bilang kami harus membawa Alice pada Sebastian, siapa dia ayah?"  "Sebastian? Dia berkata begitu?"  "Siapa dia ayah?" ulang Xander  Erick menatap putra nya dengan helaan nafas nya, "Dia adalah peramal dari sebelah selatan nak. Tidak banyak yang tau mengenai nya dan itu sedikit berbahaya! Tapi ayah bisa memberikan kalian petunjuk untuk kesana!"  "Siapa sebastian ayah? Aku rasa dia bukan hanya peramal biasa saja!"  Erick menghela nafas nya, ia bangkit dari duduk nya lalu berjalan menuju jendela yang menampilkan kelam nya malam. Pepohonan yang berada di pekarangan rumah mereka tidak terlalu membuat rumah mereka seperti hutan "Kita manusia nak, ada beberapa ciptaan dari sang pencipta lain nya. Salah-satunya adalah sebastian, dia bukan lah manusia. Tapi, dia adalah ras dari siren. Dia adalah kaum siren yang paling tua dan yang paling banyak menyelamatkan ayah. Terserah mu untuk percaya atau tidak, ayah tidak pernah melarang mu untuk hal itu! Namun satu hal yang pasti jika kau ingin membantu gadis itu menemukan ingatan nya.kau tidak boleh menginginkan apa-apa dari Sebastian jika kau ingin dia membantu mu"  Xander menarik nafas nya dalam, ia menatap punggung lelaki paruh baya yang sudah benar-benar ia anggap sebagai ayah kandung nya sendiri. Namun, perkataan Oliver beberapa saat lalu membuat nya goyah. "Aku bertemu dengan Oliver di perbatasan tadi!" seru Xander pelan, sangat pelan namun indra pendengaran Erick mampu mendengar nya. Ia lekas berbalik dan kembali duduk di sebelah Xander.  "Apa dia baik-baik saja? Apa dia melukai mu nak?"  Xander menatap Erick, lalu menghela nafas nya dalam "Ayah, boleh aku bertanya suatu hal pada mu?"  Erick sedikit ragu namun, "Apa yang ingin kau tanyakan?"  "Apa yang membuat Oliver pergi dan bahkan begitu benci pada mu? Apa yang tidak aku ketahui mengenai Oliver ayah? Apa yang kau sembunyikan pada ku?"  Erick langsung berdiri lagi sambil berusaha menyembunyikan sesuatu yang sudah lama ia hindarkan dari Xander.Ia merasa detak jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari bisanya. Ia meraba jantung nya, lalu kembali duduk. Menatap Xander yang menatap nya tidak seperti biasanya. Dari pertama kali melihat Xander yang sudah berada di ruangan nya, ia memang yakin bahwa ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh lelaki itu padanya. Dan itu sedikit membuat nya sedih.  "Apa Oliver berkata sesuatu yang buruk mengenai ku nak?" ujar Erick berusaha untuk tetap santai. Sebenarnya, hal yang paling membuat Erick sakit adalah ketika mendengar Oliver, murid pertama nya yang begitu ia sayangi dulunya nya masih berada di dunia ini.  Oliver adalah  murid pertama yang dulunya begitu setia untuk nya, murid nya yang paling berbakat dan paling cepat menguasai semua yang ia ajarkan untuk lelaki itu. Namun semua berubah saat rasa ingin menguasai semua nya. Oliver ingin menggantikan nya, lelaki itu ingin merebut semua apa yang sudah ia simpan. Lelaki itu berubah, berubah menjadi sosok yang menginginkan harta, tahta dan kemegahan duniawai. Oliver bahkan jatuh ke dalam kesalahan yang bahkan tidak bisa ia ampuni sendiri.  "Ayah? Mengapa ayah diam? Apa yang membuat ayah begitu sulit untuk menjawab aku?"  "Ayah tidak pernah mengusir nya atau bahkan ingin membuat nya menjadi kelinci percobaan. Tapi, ayah harus mengusir nya karena---!" Erick diam saat merasa d**a nya sakit saat membicarakan kejadian menyedihkan itu.  "Karena apa ayah? Jangan biarkan aku terjebak dalam ketidak tahuan ku, katakan lah maka aku akan mendengarkan nya!"  "Ayah--ahhhh!" seru Erick memegang d**a nya yang terasa sakit. Ia jatuh dari duduk nya, membuat Tristan, sang tangan kanan mr.Erick yang baru saja memasuki ruangan segera berlari ke arah lelaki tua itu.  "Tuan? An-anda tidak apa-apa?" seru Tristan  "Xander, bantu aku membawa Mr.Erick ke ruangan nya"  Xander masih diam di tempat nya berdiri ia bahkan sedikit terkejut melihat kedatangan Tristan yang terlalu tiba-tiba untuk nya, "Xander, apa yang sedang kau lakukan? Dia ayah mu, bantu aku!" teriak Tristan membuat Xander segera sadar dan membantu lelaki itu membawa mr.Erick ke ke ruangan nya.  Xander berdiri di ambang pintu saat menyadari bahwa ia tidak bisa membantu apa-apa, ia hanya menatap Tristan yang lebih sibuk dan lebih tau darinya. Xander memejamkan matanya, ia mendengar suara-suara yang lagi-lagi menghantui pikiran nya. Xander berlalu dan menuju ke kamar nya.  Alice menatap Xander yang memasuki kamar mereka, ia masih menyalin tugas dari buku catatan nya. Xander kelihatan sedang tidak baik-baik saja, Logan menatap Alice dan menunjuk Xander dengan dagu  nya.  "Apa yang terjadi Xander? Aku juga ingin tau apa yang membuat mu begini!"  Xander menatap Logan yang duduk di sebelah nya, Alice juga ikut duduk di depan mereka. Tepat di kasur gadis itu. Ia menarik nafas nya, "Maaf jika sifat ku mungkin terlalu labil. Tapi, aku akan menceritakan nya pada kalian. Saat kita di hadang di perjalanan tadi, lelaki itu adalah Oliver. Dia 3 tahun di atas kita, kami berdua tumbuh bersama.Sebenarnya kami bertiga, namun aku lebih mengenal Oliver daripada Tristan.Kami sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar mengenai pemburu setan. Namun, dia menghilang beberapa tahun yang lalu. Aku tidak tau mengapa. Namun dia berkata bahwa ayah ku 'Mr.Erick' Ingin menjadikan dia sebagai tumbal dan korban percobaan, itu sebab nya dia kabur dari sini!"  "Tunggu, apa maksud nya dengan korban percobaan?" seru Logan  "Jangan memotong dia Logan, aku rasa Xander masih ingin menyampaikan sesuatu lagi!"  Xander dan Logan menatap Alice, gadis itu mengangguk pada Xander. "Dan, dia juga memperingatkan kepada ku agar kita tidak berada di rumah ini. Karena dia berkata bahwa Mr.Erick ingin memanfaatkan Alice juga, bahkan dia berkata sudah mengawasi Alice beberapa hari terakhir ini!"  "Aku?" ujar Alice menunjuk diri nya sendiri  "Ya, dia berkata seperti itu. Dan dia berkata bahwa kita harus mempercayai nya dan bekerjasama dengan nya!"  "Jadi itu sebab nya kau tidak memberikan kami kode tadi? Dan itu juga sebab nya kau tidak lari?" seru Logan  "Ya!"  "Lalu, apa yang harus kita laukan sekarang? Siapa yang harus kita percaya untuk sekarang?" seru Logan frustasi  "Apa kau bertanya pada ayah mu? Apa yang dia katakan?" tanya Alice membuat Logan kembali menatap Xander, menunggu jawaban dari lelaki itu.  "Ayah ku tidak sempat berkata apa-apa karena dia tiba-tiba jatuh sakit dan memegang dadanya. Namun,aku rasa Oliver ada benarnya juga! Oliver sangat baik pada ku dan selalu menjaga ku sejak dulu, dia kabur pasti karena sebuah alasan yang tidak bisa dijelaskan ayah ku!"  "Lalu, apa kita harus pergi dari sini juga?"  "Kalian bertiga!"  Xander, Alice dan Logan menatap pintu yang tiba-tiba terbuka. Mata Xander terkejut saat mendapati Tristan yang berdiri di ambang pintu mereka. Sorot tajam lelaki itu membuat Xander segera beridiri. "Siapa dia?" ujar Alice  Tristan yang masih berdiri di ambang pintu menatap satu-satu nya gadis yang berada di rumah ini. Dan sekarang, Tristan baru sadar apa yang membuat akhir-akhir ini iblis sering mendekati pekarangan rumah ini. "Aku Tristan, tangan kanan dari mr.Erick. Dan, aku datang ke sini karena aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian bertiga, termasuk kau Xander!"  Xander menatap Tristan, jika tidak salah ingat. Lelaki itu juga tumbuh bersama dengan nya dan Oliver. Ia tidak terlalu kenal dengan lelaki itu karena Tristan sering ditugaskan untuk berkelana oleh Erick dan sejauh yang ia tahu dari Oliver. Tristan itu bukan lah lelaki yang baik.  "Apa yang ingin kau katakan pada kami?" seru Xander  Tristan masuk, mengunci kamar itu dan mengusahan agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka. Ia menyandar di ding-ding dekat dengan pintu kamar. "Aku mendengar apa yang barusan kau katakan pada mereka Xander. Aku paham betul bahwa sekarang kau sedang berada di dalam sebuah kebingungan karena Mr.Erick juga tidak menceritakan nya pada mu. Namun, apa yang dikatakan oleh Oliver itu bukan lah kebenaran dari apa yang terjadi. Dia bahkan berusaha untuk membalikkan kepercayaan mu, karena kau pasti akan mudah percaya padanya. Karena dulu kalian dekat!"  "Apa maksud anda ada sesuatu yang salah di sini?" seru Logan "Ya, dan dengar kan aku baik-baik. Oliver adalah murid pertama dari Mr.Erick, aku rasa berbeda 3 tahun dari mu dan 2 tahun dari ku. Oliver adalah lelaki berbakat yang mudah menggapai apa yang ia inginkan. Mr.Erick selalu menempatkan Oliver di atas semua keinginan lelak itu, dengan harapan bahwa suatu saat nanti, Oliver bisa menggantikan Mr.Erick saat dia sudah tidak sanggup lagi. Erick terus memberikan kemauan Oliver, ia memberikan ilmu nya pada lelaki itu. Namun, semuanya berubah Xander. Oliver yang dulu bukan lagi seperti yang kita kenal, dia ingin membunuh mr.Erick dan menginginkan kita berhenti utnuk memburu iblis. Karena Oliver sudah terhasut dalam salah-satu godaan setan itu. Oliver tidak kuat pada yang namanya godaan, karena Mr.Erick selalu memenuhi kebutuhan lelaki itu. Oliver menjadi tamak, dia mulai menghancurkan apa yang tidak sesuai dengan keinginan nya. Dan bahkan, suara-suara jeritan yang kita dengar di atas lantai dua adalah jeritan dari Mr.Erick. Sebagian tubuh nya di kunci oleh Oliver, dia memberikan energi kehidupan Mr.Erick pada salah-satu ras iblis. Itu lah sebab nya, aku yang baru saat itu kembali karena signal dari Mr.Erick, berusaha untuk melepaskan nya. Peperangan hebat antara aku dan Oliver. Aku bisa mengusir nya, karena sebagian energi kehiduapn mr.Erick bisa aku selamatkan. Oliver akhrinya kabur saat Mr.Erick memperlihatkan sesuatu yang tidak ia tunjukkan pada siapa pun. Termasuk aku sendiri Xander! Aku tau mr.Erick juga begitu menyayangi mu. Dia bahkan mengangkat mu sebagai anak nya sendiri, karena aku rasa dia melihat ketulusan dari hati terdalam mu. Dia bersikap dingin selama ini pada mu, hanya karena dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Kejadian itu juga sengaja ia sembunyikan darimu yang saat itu masih dalam tahap berkembang. Namun kau juga berubah saat Oliver menghilang dan kau memutuskan untuk pergi dan tinggal sendirian juga."  Mereka bertiga terdiam begitu sosok pemuda itu selesai mengatakan nya. Xander juga tidak lagi bisa berkata apa-apa. Ia menatap Tristan "Lalu, dimana ayah sekarang ?Aku ingin menanyakan sesuatu lagi!" seru Xander segera berlari dan menuju ruangan ayah nya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN