Benjamin POV. Tapi lalu aku tertawa dengan pertanyaan yang cing Iwan ajukan padaku. “Mana mungkin sih cing Iwan?” sanggahku dan batal main gitar yang aku pangku lalu memilih menatap cing Iwan. “Kenapa gak mungkin?. Kamu lelaki dan Puput perempuan. Apa kamu belum sadar aja?” jawab cing Iwan. Aku diam kali ini dan menghindari tatapan cing Iwan. Bukan aku takut, tapi untuk mikir, apa iya aku jatuh cinta sama Puput??. “Dulu tuh, cing Iwan aja gak ngadar udah jatuh cinta sama cing Neneng” kata cing Iwan lagi. “Emang iya?” tanyaku menatap cing Iwan yang tertawa pelan sambil menghisap rokok yang dia bakar. “Dulukan cing Iwan udah punya pacar yang rencananya cing Iwan mau lamar. Makanya cing Iwan pikir, mana mungkin jatuh cinta sama cing Neneng. Bukan karena cing Neneng waktu itu masih jad

