48.Menang Banyak Jadi Laki

2686 Kata

Ben POV. “Bang…mau ke pasar lama Tangerang” rengek Puput seperti yang aku bilang sebelumnya, kalo dia jadi memanfaatkan kesediaanku terus menuruti kemauannya sepulang kami bekerja. “Jauh banget Put…” jawabku bukan menolak ya. Bayangkan aja, dari tempat kerja kami di pusat kota lalu mesti mental ke daerah pinggir Jakarta hanya untuk jajan?. Sudah malam pula, sekalipun belum jam 7 malam selepas waktu magrib. “Yakan ada tol, jadi dekatlah” sanggahnya. Hadeh…. “Katanya abang sayang sama Puput. Itu sih Puput minta di temanin jajan doang gak mau. Emangnya kita jalan, kita kan naik mobil. Apa abang boke jadi gak mau traktir Puput jajan lagi?” jurus andelan Puput banget. Sampai kadang aku menyesal bilang sayang Puput. Tapi kalo aku ga bilang, nanti sibuk suka sama cowok lain lagi, aku yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN