Puput POV. Akhirnya setahun juga umur si kembar, Maliq dan Nana. Itu artinya saatnya pesta ulang tahun. Di awal aku girang sekali dengan rencana pesta ulang tahun yang akan di adakan oleh babeh mertuaku sebagai sponsor. “Beh, mau ngundangnya berapa banyak?” tanya Riri yang di pilih sebagai ketua panitia acara ulang tahun. “Ya semua bocah di sini sama emaknya. Data aja ada berapa” jawab babeh yang lagi lagi sibuk mengejar si kembar yang bergerak ke sana kemari di rumahnya. “Itu sih banyak banget cang” komen Atta anak buah Riri. “Yakan kampungan kita kaya gagal program KB. Masa abang atau mponya belum gede, udah ada adenya lagi” tambah Mrin. Tertawalah semua. “Ya undang bocah yang umuran si kembar aja, atau yang belum sekolah” jawab mami. Tapi ya susah menyaring daftar tamu ulang ta

