A Message From Wise Teenager

1109 Kata

Nico. Aku masih berada di kafe itu. Beruntung, pemiliki kafe itu adalah salah satu kakak dari temanku di Eagles, dan aku cukup mengenalnya dengan baik. Untung keributan barusan aku bisa meminta maaf padanya nanti. Oh, tentu saja juga untum keributan yang akan segera aku buat di sini. Aku langsung menghajar wajah laki-laki menyebalkan yang sudah membuat Cia menangis tadi. "Itu buat kebohongan lo!" Seruku. Aku melanjutkan aksiku dengan memukul perutnya. "Itu buat omongan lo yang sembarangan. Menurut lo Cia mugkin artis yang banyak dikelilingi laki-laki. Tapi dia nggak akan pernah macem-macem!!" Kini giliran tulang keringnya yang aku tendang. Bodoh amat kalau dia kesakitan dan sebagainya. Efek sehabis main basketku mungkin jadinya akan lebih keras ya. "Dan terakhir, karena lo udah kura

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN