Cia. "Makin cantik aja nih yang mau married!" "Hai Raa!!" Seruku saat melihat Rara yang terlihat bahagia, karena dia sudah selesai sidang. "Gue takut nih, sidangnya susah nggak sih?" "Nggak sesusah waktu lo ketemu ortunya Arie kok." Ah, jangan ingatkan aku pada kejadian sebulan lalu itu. Aku dan Arie menemui orangtuanya yang memang tinggal di Bandung, dan tentunya, keluarga besarnya seperti menyidangku, dengan tatapan yang mengerikan itu. Demi apapun, aku malah menginginkan kehadiran Nico di saat seperti itu. "Gue butuh Nico, Ra!! Gue takut sumpahhh!" Pletak! Sentilannya di dahiku menyadarkanku, kemudian aku mengusapnya. Sentilan Rara adalah sentilan yang paling maut. "Plis Alicia! Lo mau nikah sama dokter. Nico cuma sahabat lo," jelasnya, "Kalau lo butuh Nico, berarti lo harusnya

