Cia. Dia bilang dia cinta sama aku? Cinta sama aku?! "Lo nggak lucu Nic. Bukan saatnya lo bercanda Nic. Gue..." "Kapan pernah gue bercanda sama lo, Lis?" Tanyanya dengan tatapan intensnya. Mata tajamnya itu membius pandanganku. Aku tidak percaya. Sampai kapanpun, seorang Adityo Nico Hartawan hanya akan menjadi sahabatku. Sahabat mutlak, yang takkan pernah berubah sampai selamanya. "Lo berhasil bikin gue kaget Nic," kataku, "Tapi lelucon bodoh lo itu nggak akan bikin gue melting kayak waktu lo nyanyiin lagu romantis buat gue delapan tahun lalu." "Bahkan lo ngitungin juga?" Tanyanya terkejut, "Gue pikir cuma gue doang yang mikirin kejadian delapan tahun itu. Tell me, Lis, do we share the same feeling?" Aku mundur, tak mau melihat tatapan Nico yang sangat mengintimidasiku. Bagaimana i

