“Lucass!!” pekik Calista lalu memeluk ajudan kesayangannya itu. “Nanti pada hari ke empat puluh datanglah kesini Nona, karena akan ada pembacaan warisan. Bukan untuk tau seberapa Anda mendapatkannya, tapi untuk tau apa yang akan menjadi tanggung jawab Anda kelak, ketika usia Anda genap dua puluh satu tahun.” Lukas mengingatkan Calista, ia seumuran dengan Pierre, berbeda dengan Philip dan almarhum tuannya yang adalah pensiunan pasukan khusus. Philip sudah mengabdi kepada Jenderal Gigas bahkan sebelum Calista lahir kedunia ini. “Baiklah, Lukas aku usahakan,” sahut Calista. Beberapa menit kemudian, suara langkah kaki seorang wanita paruh baya yang begitu anggun terdengar sedang menuruni tangga. Ia menggunakan pakaian hitam, dengan rambut digelung keatas, dan memeluk sebuah guci yang semua

