14

1132 Kata

"Kenapa nangis ? Masih sakit ya?" Tanya Mas Dhimas dengan wajah khawatir dan mengusap air mata ku, aku menggeleng dan tersenyum menatapnya "Gapapa, cuma aku bahagia banget,  nggak pernah aku ngrasain sebahagia ini." "Bahagia seperti apa?" "Saat kamu sabar dan memperlakukan ku selembut mungkin, i like all of that. Kamu sabar banget nunggu aku nggak kesakitan, padahal kalau pun kamu mau, kamu pasti bisa sedikit memaksa dan kasar, tapi kamu sabar banget ngadepin aku." "Sayang, beneran kamu sekarang nangis gara-gara hal itu?" "Aku bahagia Mas, saking bahagianya aku sampai nangis. Aku nggak pernah merasakan kenikmatan itu sebelumnya, and you make it all seem like something beautiful and I'll never get it a second time." Mas Dhimas mengubah posisinya, kini dia berada di atas ku, kondisi ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN