"Gapapa ikut aja, aku lho juga masih gini sakitnya datang hilang terus." Kata ku pada Mas Dhimas yang masih ragu meninggalkan aku "Beneran gapapa?" "Gapapa Sayang, Ya Allah, cuma di depan juga." Padahal mah dia cuma mau ikut bantu kerja bakti di depan rumah "Ya nanti kalau ada perlu apa-apa suruh Qila panggil aku ya? Nanti Ibu sama Bapak juga mau kesini kok." "Huum, makanya tinggal aja gapapa." Mas Dhimas pun mengangguk lalu mengelus perut ku, walaupun sesekali aku meringis akibat tendangan si baby, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kami. Karena sejak semalam aku sudah merasakan sedikit mulas namun masih belum terasa sekali, hanya sesekali saja "Dipakai jalan-jalan, minum air putih yang banyak nanti." "Udah deh Mas, udah lima kali kamu bilang gitu sejak pagi tadi

