Bab 32

1119 Kata

32 Pagi itu, Farisyasa bangun dengan badan yang sakit-sakit. Dia membuka mata sembari meringis menahan nyeri di seluruh tubuh. Kemudian dia memindai sekitar sambil mengingat-ingat kejadian kemarin malam. Pintu kamar terbuka dan seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan. Dia beradu pandang dengan Farisyasa yang tengah bangkit duduk. Lalu pria itu menyambangi Farisyasa dan duduk di tepi kasur. "Sakit, nggak, badannya?" tanya Zein. "Hu um. Kayak habis berantem," sahut Farisyasa sambil mengucek-ngucek mata. "Akang salat dulu. Nanti kupijatin." "Salat naon? Sudah terang gini." "Tetap niat salat Subuh. Allah tahu, Akang nggak sengaja telat bangun." Belasan menit berlalu, Farisyasa meringis ketika Zein memijatnya dengan semangat. Pria bermata sipit itu menjerit kesakitan, ketik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN