42 Jalinan waktu terus berjalan. Minggu terlewati dengan kecepatan tinggi. Hingga tibalah hari istimewa buat Farisyasa dan Lilakanti. Kamis pagi, kediaman Damhuri dipenuhi banyak orang. Mereka tengah mendengarkan tausiah dari ustazah, yang sering menjadi pembicara saat kajian mingguan di masjid terdekat. Lilakanti duduk diapit Ibu dan tetehnya. Sedangkan Anita, Giska, dan rekan-rekan sekantor Lilakanti, sibuk di dalam dua kamar. Mereka menyiapkan bingkisan untuk semua orang yang menghadiri acara tersebut. Lilakanti mendengarkan tausiah dengan serius. Dia ingin menjalankan nasihat sang ustazah, agar bisa mempertahankan rumah tangganya bersama Farisyasa. Menjelang jam 11, acara usai. Para tamu mendatangi pemilik rumah untuk bersalaman sekaligus menerima tas berisikan makanan, buah-bu

