Part 43

1135 Kata

Saat Cervical collar-nya di lepas, Magi akhirnya diperbolehkan keluar dari rumah selain saat akan check up dan terapi tulang. Tulang tangannya masih membutuhkan terapi beberapa kali lagi, selama itu pula Mahesa masih memantaunya. “Kucingku udah dikasih makan?" tanya Magi pada Frans. "Sudah, Nona." "Kenyang?" "Saya berani jamin." "Hm." Magi mendesah bosan, ia memindahkan Channel TV entah sudah berapa kali. Meski sudah diizinkan keluar rumah, Magi tidak punya tempat yang bisa ia tuju. Suasana hatinya pun tidak kunjung membaik sejak pulang dari rumah Rama. "Aska gak datang juga hari ini?" tanya Magi lagi. "Enggak, Nona.” "Udah mau dua bulan dia ngehindarin aku, Om Frans tahu gak kenapa?" "Saya gak tahu, Nona." "Kok gak tahu? Pasti Oma ngasih tahu lah, kan Om orang kepercayaannya Om

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN