Saat nama Aska muncul di layar ponselnya, kening Rama tidak bisa berhenti berkerut. Nomor Aska ternyata tidak pernah diganti, dan Rama ternyata tidak pernah menghapus nomor sahabat masa kecipnya itu. "Ram, bisa ketemu?" Mendengar tiga kata itu keluar dari mulut Aska, Rama seolah merasa dunia sebentar lagi akan runtuh. Aska yang ia kenal memang baik, tapi setelah kejadian hari itu, di mata Rama Aska tidak lebih dari seorang b******k. "Ketemu? Buat apa?" tanya Rama. Saat ini ia sedang sibuk belajar, Rama akan mengambil ujian paket C nya seminggu lagi. Rama memutuskan tidak akan melanjutkan sekolah, karena sebenarnya ia harusnya sudah lulus, ia harusnya sisa mengikuti ujian di sekolah untuk mendapatkan ijazahnya. Keberadaan Magilah saat itu yang membuatnya memutuskan mengulang kembali ke

