"Shalom! Kau mau pindah ke depan atau mau kupaksa," bentak Kanagara mengancam. Melihat Shalom yang tidak bergerak membuat Kanagara kesal, "Aku hitung sampai tiga kalau kau tidak juga pindah ke depan. Maka, jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu padamu," ancam Kanagara lagi. "Iya, iya, ini aku pindah ke depan. Ternyata selain kejam, kau juga tukang memaksa. Apa aku harus memanggilmu Tuan kejam yang pemaksa?" Mau tidak mau Shalom mengalah dengan berpindah tempat duduk di sebelah kemudi. Daripada nanti terjadi sesuatu padanya karena ulah pria itu. Lebih baik ia mengalah karena mengalah bukan berarti kalah. "Terserah kau saja. Anggap saja sebagai panggilan sayangmu padaku," balas Kanagara tersenyum menyeringai. "Are you crazy?" tanya Shalom tidak menyangka Kanagara akan berkata se

