"Yang dicari-cari tidak ketemu, sekarang justru menampakkan dirinya," ujar Elegi tersenyum menyeringai. Setelah bertemu Shalom di restoran. Semua orang sibuk mencari Shalom karena mereka takut gadis itu akan buka mulut. Namun, sampai sebelum Shalom pulang, mereka belum menemukannya. "Masuklah! Akan aku panggilkan Mama dan Papa," seru Elegi. "Bukankah hari ini hari kerja? Kenapa Papa ada di rumah?" tanya Shalom. "Ada berkas yang tertinggal, jadi papa kembali lagi. Duduklah!" sahut Elegi. Gadis itu bersikap seolah Shalom seorang tamu. Padahal, ia pemilik sah dari rumah itu. Tapi setidaknya, Elegi jauh lebih sopan dari biasanya. Meskipun sebenarnya ada niat buruk di belakangnya. Elegi berjalan ke arah ruang kerja ayahnya dan langsung masuk ke dalam. Karena ia tahu ayah dan ibunya ada di

