Part 53

1018 Kata

"b******k!" umpat Kanagara dalam hati. Ia berusaha untuk tetap tenang agar Shalom tidak curiga. "Benarkah? Kau tidak marah padaku?" tanya Shalom kembali menengadahkan kepalanya mencoba menilai ekspresi wajah kekasihnya. "Memangnya kenapa aku harus marah, hum?" tanya Kanagara balik sambil mengulas senyuman. "Kau tidak berpikir bahwa aku sedang memanfaatkanmu atas hubungan kita?" Mereka berdua saling melontarkan pertanyaan tanpa memberi jawaban. "Bukankah itu bagus? Ini sama saja jika aku dan ayahmu melakukan pendekatan. Bukankah sebentar lagi kita akan menikah?" Kanagara begitu percaya diri. Belum lama menjalin hubungan dan sekarang sudah membicarakan tentang pernikahan. Shalom berusaha memberi jarak dengan menjauhkan sedikit tubuhnya, "Aku belum mau menikah, aku masih ingin melanjutk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN