“Gladies ... Dies ....” Aliando memanggil Gladies namun tak juga ada jawaban dari gadis itu. Aliando bahkan sampai menyingkap sprei ranjang dan membuka lemari untuk mencari keberadaan gadis itu, namun tetap saja tidak ia temukan. Aliando mulai cemas. Ia bergegas keluar dari kamar menuju kamar Sovia, Milo dan Ruben. Aliando mengetuk pintu kamar itu. “Al, kamu ngapain ke sini?” bisik Sovia. Aliando masuk begitu saja dan Sovia segera menutup pintu kamar. “Al, ada apa?” “Kalian berdua lihat Gladies?” Ke tiga rekannya menggeleng, “Gladies? Tidak, memangnya ada apa dengan Gladies? Bukankah ia selalu bersamamu?” “Barusan aku mandi dan aku meninggalkan Gladies di kamar. Ketika aku sudah selesai, Gladies sudah tidak ada.” “Mungkin dia ke bawah lebih dahulu.” “Tidak mungkin. Aku sudah kata

