Gladies dan Aliando beranjak dari tempat di mana tubuh sang pria masih tergeletak tak bernyawa. Isak tangis orang tua dan sanak keluarga dari sang pria terdengar memilukan di sana. Sovia, Milo dan Ruben menyusul seraya memberi jarak. “Dies, kita mampir untuk makan malam dulu?” Aliando melihat sebuah warung makan dan terlihat sangat ramai. “Tapi sepertinya tempat itu tidak aman? Kamu lihat, begitu ramai dan bau minuman keras.” “Terus kita akan makan malam di mana?” “Sepertinya di sini ada jam malamya ya, sebab rata-rata kios dan warung sudah tutup. Apa mungkin kalau malam, di sini sudah tidak aman ya?” “Sudahlah, jangan bersikap seperti itu. Berusahalah untuk santai.” Gladies mengangguk dan mengikuti langkah kaki Aliando. Tiba-tiba, seorang wanita cantik dengan pakaian mini, datang m

