"Terima kasih Randu, kamu sudah bisa mengerti dan memahami keadaanku," ujar Rangga pada Randu begitu mereka memasuki kamar tamu yang akan menjadi kamar Randu selama tinggal di rumah sang suami. Randu berhenti dari langkahnya lalu berbalik dan menatap sang suami yang baru saja mengunci pintu kamar. "Aku rasa, untuk saat ini yang lebih membutuhkan pengertian darimu adalah Salwa. Sepertinya dia tidak sekuat aku, Rangga." Jawaban Randu justru membuat Rangga semakin merasa trenyuh, ia rengkuh tubuh sang istri dalam pelukannya. "Kamu memang seorang wanita yang kuat biasa, aku merasa bertemu dan memiliki dirimu adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku," bisik Rangga, Randu tidak menjawab hanya pelukan erat di tubuhnya yang membuat Rangga merasa bahagia. Memang tidak adil rasanya di kal

