Mereka semua menatap saat pintu mobil itu terbuka, dan keluarlah Winda istri Panji dari dalam mobil itu lalu sang sopir yang juga keluar dari pintu kemudi dan langsung mengeluarkan kursi roda dari bagasi lalu menaruhnya di dekat pintu. Dengan sigap pemuda itu terlihat membantu seseorang turun dari dalam mobil, lalu dengan semuanya dapat melihat bagaimana susahnya Wira menggerakkan tubuhnya sendiri hingga ia memerlukan bantuan orang lain untuk sekadar duduk di kursi roda. Winda tampak melempar senyum tipis seolah ada rasa malu yang begitu besar memenuhi hatinya saat mulai berjalan memasuki aula balai desa, di sebelahnya pemuda yang entah siapa itu mendorong kursi roda dengan Wira duduk di atasnya. "Selamat malam Pak Lurah, maaf kami mengganggu waktu Bapak," ujar Winda yang berdiri tid

