KOREA SELATAN, 2009 Rey tengah berdiri terbungkuk dengan satu tangan bertumpu pada dinding yang berada di depannya. Suara menjijikkan terdengar keluar dari mulutnya. Seolah perutnya mendorong keluar segala karbohidrat serta protein yang telah tercampur menjadi satu di dalamnya. Mungkin sudah hampir sepersekian menit, ia dalam posisi tersebut. Hingga akhirnya ia merasa sudah tak ada lagi yang ingin keluar dari lambungnya. "Ini sungguh perjalanan paling memuakkan! Bagaimana.. Bagaimana bisa Gin menyukai perjalanan gila ini!" Setelah mengumpat cukup panjang, ia berusaha mengumpulkan kesadaran yang hampir saja hilang. Dan mulai untuk mengedarkan pandangan. Gelap. Hanya terdapat beberapa pohon yang berdiri sejajar. Keningnya mulai mengernyit, bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Tempat apak

