Berjalan keluar gedung apartemen, Leah bertahap mulai menjadi gugup. Sebelumnya, dia sudah melihat kehadiran Nolan yang berdiri dengan pakaian rapi dan tangannya memegang paper bag berwarna cokelat muda. Dan semakin mendekati pria itu, semakin dia kebingungan. Belum lagi mengingat ini kali pertama mereka bertatap muka tanpa Esther. Sementara itu, Nolan melihat kehadiran Leah ketika wanita itu hampir mendekatinya. Dia membalikkan tubuhnya menghadap Leah yang melipat bibirnya ke dalam dan kedua tangannya terjalin di belakang tubuh. Leah membersihkan tenggorokannya lalu mencoba tersenyum kecil. “Esther masih sarapan jadi tidak bisa ke sini. Uhm, ingin ... ke atas dulu?” Nolan menggeleng seraya menyerahkan paper bag. “Aku harus segera pergi. Tolong berikan ini kepadanya.” “Oke.” Meneriman

