Cuaca pagi ini sedang tidak mendukung untuk melakukan perjalanan. Awan sudah menghitam mengalahkan sinar matahari yang seharusnya muncul di pagi ini. Aku menghela napas cemas, semoga saja tidak ada pengumuman penundaan penerbangan, apalagi pembatalan. Bergelung di dalam kamar sebenarnya cocok sekali di cuaca seperti ini. Tadi pagi aku harus melawan keinginanku untuk tetap tertidur walaupun alarmku terus berbunyi. Cuaca yang dingin dan keberangkatanku di pagi buta membuatku ingin melanjutkan tidur kembali. Kalau saja tidak gara-gara May. Aku memandang ke arah luar sekali lagi, dari kaca transparan ini terlihat cuaca masih sama seperti saat aku meninggalkan rumah. Aku hanya cemas tidak bisa secepatnya bertemu dengan May. Kalau hari ini tidak bertemu, aku tidak tahu kemana May akan menghila

