15. Keputusan

1278 Kata

"May...," aku merasakan elusan pelan di pipiku. Aku menggeliat. "Ehh...sudah sampai ya, Mas?" Sepertinya tadi aku benar-benar tertidur. Mas Graha mengganguk. "Kenapa May baru dibangunin?" tanyaku. Aku bahkan tidak tahu kapan Diara dan anaknya diantarkan Mas graha. "Mbak Diara?" tanyaku. "Sudah Mas antarkan tadi," jawabnya. "May turun ya, makasih sudah jemput May," kataku sambil bergegas turun dari mobil Mas Graha. "Iya, langsung istirahat ya," kata Mas Graha juga turun dari mobilnya dan kemudian membuka bagasi mobilnya. "May bisa sendiri," kataku sambil mengambil tasku yang sudah dipegang Mas Graha. "Kok jadi ketus gitu?" tanya Mas Graha sambil tersenyum. "May capek," jawabku pendek. Mas Graha kemudian mengelus kepalaku pelan. Aku menghindar dan menghela napas panjang. Mas Graha s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN