8. Kontra

1538 Kata

"Tumben Mbak bangun pagi, Mas Graha mau kesini ya?" Didi sedang membuka sepatu olahraganya di teras rumah, dia menatapku dengan pandangan mengejek. "Bukan urusanmu anak kecil," sahutku. Aku masih kesal dengan Didi setelah kemarin memperbolehkan Mas Graha masuk ke kamarku. "Biar kuberi tahu ke Mbak Rere kalau Mbak pacaran sama Mas Graha," Didi malah mengancamku. "Ada apa bawa nama Mbak segala," Mbak Rere muncul di depan pintu dengan muka penasaran. "Jadi pindahannya, Mbak?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. Siang ini Mbak Rere dan suaminya, Mas Beri akan pindah ke rumah baru mereka. "Iya, Mas Beri lagi ngurus mobil pindahannya. Ribet, banyak banget yang harus dibawa." "Moga dengan Mbak pindah rumah baru, May bisa cepat-cepat dapat keponakan," kataku. "Amin," balas Mbak Rere. Su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN