Bab 50. Tangis Terakhir

1133 Kata

"Arnie, karena kau sudah lebih baik dan ada kakakmu yang menjaga. Jadi aku pamit ya!" ucap Wira. "Terima kasih banyak sudah menolongku, Wira. Soal niatku bercerai dan identitas kakakku, aku harap kamu bisa merahasiakan nya," ucap Arnie. Wira tersenyum dan mengangguk, ia sudah berkali-kali memperingatkan Daren untuk tidak menyakiti Arnie dan menyelidiki kematian Dena. Namun Daren tak pernah mendengarnya, sekarang jika Daren harus menerima perceraian itu maka Wira tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Tenang aja, aku gak akan bocor," ucap Wira. Saat Wira hendak melangkah keluar dari kamar rawat, Arga menahannya. "Ini kartu namaku, aku belum sempat balas Budi padamu, kalau nanti kamu butuh sesuatu hubungi saja nomorku," ucap Arga. Wira menerima kartu itu, membaca nama panjang Arga Dharma Wicak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN