Keesokan paginya Arnie bangun dengan badan terasa sakit, ia menatap pantulan dirinya di cermin. Tanda merah memenuhi leher hingga bagian d**a, membuat ia kesal dan terus menggosoknya dengan sabun saat mandi. "Dasar lelaki b******k! Dia jadikan aku tempat pelampiasan nafsunya sampai seperti ini," gerutu Arnie. Tanda merah itu tetap tak bisa hilang meski berulang kali ia gosok, hingga ia pun selesai mandi dan memilih baju dengan kerah tinggi untuk menutupi bekas kemerahan itu. Arnie melihat Daren masih tertidur pulas, ia pun akhirnya menggunakan kesempatan itu untuk mengecek ponselnya. "Kak Natasya udah kirim vidio ini, aku langsung kirim ke kak Frans deh untuk bukti di persidangan," ucap Arnie pelan. Ia mengirimkan vidio tersebut kepada Frans, lalu memeriksa pesan lain yang sejak tadi

