Suara air yang mengalir dari kamar mandi membangunkan Ilona. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, menyadari bahwa Rendra sudah bangun lebih dulu. Biasanya, ia yang lebih awal bersiap-siap, tetapi kali ini semuanya terasa berbeda. Saat Ilona keluar dari kamar, ia mendapati Rendra di meja makan, mengenakan pakaian rapi dengan jam tangan yang baru saja ia pasang di pergelangan tangan. Ilona mendekat, meski tubuhnya terasa lemas. "Kamu mau pergi?" tanyanya, suaranya terdengar serak. Rendra mengangguk cepat. "Iya. Aku ada urusan pagi ini." Ilona hanya menatapnya, seolah menunggu penjelasan lebih lanjut, tetapi Rendra tidak menambahkan apapun. Apa Rendra tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada Ilona, jika pria itu akan pergi untuk bertemu dengan Inka? "Kamu nggak apa-apa, kan? Kalau ada

