Ilona masih terbaring di tempat tidur. Wajahnya tampak lebih segar, meski tubuhnya masih lemah. Rendra baru saja selesai mandi dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Ia tidak tahu apa yang bisa membuat Ilona mau makan, tapi setidaknya ia ingin mencoba. "Pak Rendra mau dibuatkan apa untuk sarapan?" sapa Bi Marni yang baru muncul dari halaman belakang. "Saya bisa makan apa saja, Bi. Saya cuma mau bikin makanan dulu buat Ilona." "Oh ... Mbak Ilona masih tidur? Bagaimana keadaannya, Pak?" "Sudah tidak terlalu pucat. Tapi infusnya masih setengah. Dan kata Dokter Budi, dia masih harus istirahat total sampai infusnya habis," jawab Rendra. Bi Marni mengangguk. "Pak Rendra ke atas saja, temani Mbak Ilona! Biar saya yang buat makanan." "Nggak, Bi. Saya mau coba," tolak Rendra. Per

