Ting! Bunyi lonceng yang terpasang tepat diatas pintu Proserpine terbuka, seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahunan masuk, heels setinggi 5 cm terdengar anggun beradu dengan lantai keramik. Kedua kaki itu akhirnya berhenti, kepalanya menoleh ke kanan dan kiri, seakan tengah menganalisis sesuatu. "Sore, ada yang bisa dibantu?" Tiara segera berdiri dan menghampiri wanita tersebut. Wanita tersebut tersenyum, dia mengulurkan tangan. "Nani." "Oh, saya Tiara. Kebetulan saya pemilik butik ini" Seorang yang mengenalkan dirinya sebagai Nani mengangguk. "Saya mendapatkan rekomendasi oleh seorang rekan, kalau butik Proserpine ini memiliki kualitas yang bagus. Jadi, saya ingin survey sebelum memutuskan untuk memakai butik ini sebagai tempat menjahit gaun bridesmaid" Dengan anggun Tiar

