38. Maddie, I Can't

1336 Kata

Crystal duduk di samping Maddie sambil mengoleskan salep anti pembengkakan di tulang pipi Maddie yang tampak mulai memar. "Kau bertengkar?" "Tidak," sahut Maddie sambil melirik wajah Crystal, diam-diam ia mengamati kecantikan Crystal dimulai dari bulu matanya tebal menaungi matanya yang berwarna biru safir, bibirnya tampak memerah alami, dan bentuk rahangnya yang lembut namun tegas. Seharusnya tidak sepantasnya wanita secantik Crystal merasakan kepahitan berulang-ulang karena matanya terlalu indah untuk meneteskan air mata dan kulit pipinya terlalu berharga untuk dilewati aliaran air mata kepedihan. "Lalu dari mana kau mendapatkan luka ini?" Crystal mengamati wajah Maddie, mencari-cari luka memar yang lain di wajah Maddie. "Ya Tuhan, lehermu... siapa yang melakukan ini?" "Chiaki," uja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN