Aku menunggumu bukan karena aku ingin memilikimu. Aku menunggumu melainkan karena aku hanya ingin kamu setidaknya menyadari perasaanku. *** Suara sendok besi dan piring beling yang saling berbenturan pagi itu terdengar mengisi ruang makan. Sementara Erik, Tania, dan putri satu-satunya mereka, Pita, asyik menyantap sepiring nasi goreng masing-masing, yang menjadi menu makan sarapan mereka pagi ini. "Nanti pulang sekolah kamu ke rumah Tante Yuli dulu atau langsung pulang?" tanya Tita, sebelum ia menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. "Iya, dong, Mi. Kalau aku nggak ke sana kasihan Sakura nanti nggak bisa kerja," jelas Pita di sela-sela kunyahannya. "Tapi nggak sampai malem banget kayak biasanya, kok, Mi. Paling jam 7an udah pulang. Soalnya udah ada Kak Bima yang ngegantiin aku sampai Sakura

