Cinta boleh, b**o jangan. *** Ting Lonceng kecil yang tergantung di pintu berdenting, pertanda ada seseorang yang membukanya. Dan seseorang itu pastinya adalah pelanggan yang ingin memakan roti di kedai ini. Dengan begitu aktif, Sakura langsung menyambut pelanggannya yang baru datang itu karena kebetulan di waktu yang sama pekerjaannya membersihkan meja-meja juga sudah terselesaikan. "Selamat dat―" Sakura tidak melanjutkan kalimatnya ketika ia melihat ke arah pintu, dan matanya langsung bertemu dengan sepasang mata seseorang yang baru saja datang. Sakura terkejut bukan main. Bahkan pemiikiran yang macam-macam seketika bermunculan di kepalanya. Untuk apa seniornya yang memiliki tatapan dingin itu tiba-tiba datang ke tempat kerjanya, kalau bukan untuk menemuinya? Atau jangan-jangan ini

