Be sure about who you love. For now, tomorrow, and later. *** Alih-alih takut kesalahan, saat melihat obat-obat Yuli yang Sakura sudah sediakan, Bima segera menelepon Sakura untuk menanyakan lagi lebih jelasnya. Karena untuk ukuran Bima yang pada dasarnya membenci obat jenis apapun, obat sebegitu banyak potensinya sudah bukan lagi menyembuhkan, tapi bisa-bisa mematikan. "Halo, apaan, Bon?" tanya Sakura yang saat ini posisinya sedang berada di kedai roti Bu Mega. "Sa, ini obat nyokap lo nggak kebanyakan? Jangan-jangan ada obat warung lagi yang keselip?" "Nggak, obatnya emang segitu. Tapi tadi ibu gue makannya habis nggak?" "Habislah! Orang porsi buburnya juga sedikit banget gitu. Kalau gue sih bisa nambah dua kali lipat dari itu." "Yee, lo mah babon ketahuan. Rakus. Jangan disamain s

