Satu tahun berlalu sejak kepindahannya ke sini. Selama beberapa bulan terakhir——pasca operasi——Gwen berusaha tetap berada di samping Rayyan yang kini hidup dengan hati baru, meskipun lelaki itu bersikap lebih buruk dari sebelumnya. Ya, Gwen benar-benar telah kehilangan sosok Rayyan yang dulu. Pemuda itu terkesan dingin dan kasar sekarang. Gwen menyerah. "Ray, gue mau bicara." Lagi, laki-laki itu tak menanggapinya. Tidak apa-apa, jika Rayyan berlaku seolah tak melihatnya, setidaknya kedua telinga lelaki itu tetap mendengar apa yang akan dikatakan. "Ray, gue gak tahu apa yang buat lo berubah. Gue gak ngerti apa yang buat lo berjalan sejauh ini meninggalkan diri lo yang dulu. Gue ... capek ngejar lo," kata Gwen dengan air mata yang sudah tak bisa dibendung. "Jangan terlalu lama menjadi ora
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


