Part 35

1091 Kata

Memasuki hari kedua Rayyan dirawat, Gwen masih belum juga menampakkan batang hidungnya. Seperti ada yang hilang. Gadis itu biasanya selalu berisik sampai terkadang membuat Rayyan kesal sendiri, tapi saat tidak ada ia malah merasa sepi. Perasaan semacam ini hadir semenjak mereka bicara berdua, dan Gwen menangis di depannya untuk pertama kali. Amanda yang melihat putranya melamun segera bertanya, "Ray, ada yang lagi dipikirin? Kok bengong terus." Rayyan menggeleng, lalu diam lagi. Tiba-tiba ada sesuatu melintas di pikirannya. Apakah mungkin kalau saat ini Gwen sedang berusaha menjauhinya? Karena bisa dibilang saat ini Rayyan hanyalah laki-laki sekarat. Rayyan menghela napas berat. Apa lagi ini? Mungkinkah tanpa sadar ia sedang berharap lagi? Asik dengan lamunannya, laki-laki itu sampai tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN