Baekhyun mengerang pelan merasa sakit pada kedua tangannya yang terikat dengan kuat di belakang tubuhnya, dia bisa mencium bau karat besi yang sudah lama di tinggalkan. Kedua kakinya dapat merasakan kasarnya semen tua tempatnya berbaring saat ini. Dia tidak bisa melihat dimana dirinya saat ini karena kedua matanya ditutup oleh kain. "Luhan?" Dia mencoba memanggil Luhan saat mengingat temannya itu juga ikut diseret beberapa orang bersamanya. "Luhan?!" Masih tidak ada jawaban apapun yang dapat didengarnya. Dia mencoba bergerak walaupun sulit karena kedua tangan dan kakinya terikat. "LUHAN!!!" CKLEK Terdengar suara pintu terbuka, Baekhyun mengalihkan kepalanya kearah suara itu walaupun dia tetap tidak bisa melihat apapun. "DIMANA LUHAN?!!" "Ck berisik!" "Dimana Luhan?! Kalian boleh

