Tiga jam perjalanan telah berlalu dengan perasaan yang tak menentu. Duta sejak tadi terdiam dan tak banyak bicara. Beberapa kali ia mengirim pesan singkat pada Yumna tapi sama seklai tak ada balasan. Ini yang memebuatnya khawatir dan cemas sejak tadi. Duta melirik ke arah Lukas yang dengan santai pulas tertidur dengan wajah yang di tutupi dengan masker dan topi. Setelah ini jelas, acara padat sekali. Sesampai di Bumi Perkemahan, betapa lega rasanya Duta melihat mobil Yoshua sudah terparkir di area parkir. Ia melihat sosok Yumna yang duduk sendirian di teras pintu masuk dengan tas ransel yang ada di depan dan tas yang berukuran sedang itu ada di sampinganya. Yumna terlihat sedang menikmati snack chiki ball rasa ayam kesukaannya dengan minuman sari kelapa di sampingnya. Duta bergegas turu

