Guyuran hujan itu semakin deras hingga kedua mata Duta tak dapat melihat dengan pasti ke arah depan. Tapi Duta tak pantang menyerah dan mengusap beberapa kali wajahnya dengan kasar untuk menghilangkan air hujan yang mengganggu pandangannya. Tepat di depan sumur terlihat Lukas sedang membopong Yumna. Ya, Duta hapal sekali sosok kekasihnya itu. Dengan cepat dan garang Duta menghampiri Lukas penuh amarah dan emosi. "Apa yang lo lakukan sama Yumnanya gue!! Hah!! Lo mau coba memanfaatkan waktu ini untuk mendekati Yumnanya gue!! Gue kira lo orang baik, ternyata lo sama bejatnya dengan yang lain!! Hah!! Sini biar gue yang bawa Yumna ke lapangan," teriak Duta makin frustasi melihat Yumna yang sudah berlumuran darah. Dengan cepat Duta mengambil alih tubuh Yumna di tangannya dan di bopong dengan

