Pagi -pagi buta, Duta sudah datang ke rumah Yumna untuk menjemput gadisnya. Pesawat ke Bali akan berangkat tepat jam delapan pagi. Makanya harsu berangkat pagi -pagi sekali. Yumna sudah siap sejak shubuh tadi. Kebetulan Duta menelepon Yumna berkali -kali agar segera bangun dan mandi lalu siap -siap. "Na sudah siap?" tanya Duta kemudian. "Sudah Kak," jawab Yumna sambil meringis. "Kenapa meringis gitu? Sakit? Apa yang sakit?" tanya Duta pelan sambil berjalan menghampiri Yumna. "Biasa tamu bulanan datang. Tumben sakit banget. Nanti beli minuman pereda nyeri datang bulan di supermarket ya," pinta Yumna pelan. "Iya Na. Sini Kakak bawakan kopernya, kamu turun aja, langsung masuk mobil. Kak Duta bawa supir," ucap Duta pelan. Ya, Rumah besar Duta walau tidak ada kedua orang taunya. Asisten

