s2.44

1659 Kata

Kemesraan keduanya mulai terlihat di muka publik. Beberapa orang yang ada di sana pun ikut berbisik dan mulai berghibah sambil sesekali melirik ke arah Yumna dan Duta yang sedang bercanda. Yumna tersadar jika dirinya sedang menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, gadis biasa yang tiba -tiba duduk berdua dengan Duta, sang Ketua BEM dann terlihat hangat tidak seperti biasanya. "Kak Duta ...." panggil Yumna lirih setengah berbisik. "Hemmm ..." Duta hanya berdehem pelan lalu menoleh ke arah Yumna sambil melepaskan sedotan dari mulutnya. Kedua mata Yumna masih mengedar ke seluruh kantin Kampus. Suara bisik -bisik itu makin membuat telinga Yumna semakin jengah. "Mereka pada bisik-bisik tentang kita, Kak. Kak Duta tidak merasa bagaimana?" tanya Yumna pelan. "Bagaimana? Biarkan saja. Toh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN