Tiba di Bali

3522 Kata

Reza tiba di apartemen Maya sekitar pukul sembilan malam. Lampu - lampu di koridor apartemen menyala terang, suasana gedung lebih sunyi dibanding biasanya. Di perjalanan pulang dari rumah Bian dan Nadira tadi, ia beberapa kali melirik jam di dashboard mobil. Obrolan mereka memang mengalir tanpa terasa, penuh tawa dan nostalgia, tetapi di kepalanya terus teringat satu hal, Reza sudah berjanji pada Maya bahwa ia tidak akan pulang terlalu malam. Dan tentu saja Reza tidak ingin mengecewakan Maya. Ketika bel pintu ditekan, tidak sampai satu menit pintu sudah terbuka. Maya berdiri di sana dengan kaus tidur longgar berwarna krem dan celana panjang lembut yang terlihat nyaman. Rambutnya sudah terurai, wajahnya bersih tanpa riasan, hanya sisa kilau pelembap malam yang membuat kulitnya tampak seg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN