Reza berdiri dari kursinya berpamitan singkat untuk menelpon Maya diluar. Suaranya terdengar tenang, tetapi sebenarnya perasaannya agak galau, ia tidak menyangka papa dan mamanya minta ketemu dengan Maya sekarang. Ia juga tidak ingin menelepon Maya di depan Papa dan Mamanya. Entah mengapa, rasanya masih canggung. Hubungan mereka memang sudah mulai mencair, tetapi jarak bertahun - tahun itu belum sepenuhnya hilang. Ia melangkah keluar menuju teras. Sore ini langit masih terang walau cahaya matahari sudah mulai condong ke barat. Halaman rumah yang dulu begitu akrab kini terasa seperti tempat asing yang mencoba ia kenali kembali. Reza mengeluarkan ponsel dari saku celananya, menatap nama Maya beberapa detik sebelum akhirnya menekan tombol panggil. Nada sambung sudah terdengar. Satu kali.

