Acara nujuh bulanan kehamilan Nadira akhirnya tiba. Pagi itu halaman belakang rumah baru Bian dan Nadira di Cipete sudah berubah total. Kolam renang yang biasanya memantulkan cahaya biru kini tertutup rapi oleh lantai kayu sementara, disulap menjadi area utama acara. Di salah satu sisi dibuat panggung kecil dengan dekorasi sederhana tapi anggun, d******i warna putih, krem, dan sentuhan hijau daun. Tidak berlebihan, tapi terasa sakral. Nadira berdiri di balik pintu kaca yang menghadap halaman belakang, memperhatikan kesibukan dari kejauhan. Ia mengenakan kebaya panjang dengan potongan sederhana berwarna pastel dengan kain batik lembut yang tidak menekan perutnya. Rambutnya disanggul rapi, riasannya tipis, wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya tapi matanya bersinar. "Rame juga ya," g

